Jumat, 24 Oktober 2008

Pengalaman Pertama Tisya ke Dokter Gigi

Kemarin sepulang kerja, Tisya ngeluh kalo giginya sakit. Aku coba lihat, wah ternyata lubang di geraham bawah. "Ke dokter gigi yuk Kak" ajakku. "Nggak mau......" jawab Tisya dengan wajah takut. "Nggak pa2 kok, ntar disana cuma dilihat trus dibersihin trus ditambal deh biar giginya nggak lubang lagi. Kalo didiemin aja ntar malah tambah sakit lho" bujukku. Tisya diam aja, lagi mikir kali' dia, hehehehehe.....

Setelah aku mandi, tiba2 Tisya bilang "Ya udah.... ke dokter gigi yuk Ma". "Nahhh.... gitu dong, masak anak Mama ke dokter gigi aja takut" pujiku.

Kebetulan deket rumah ada Klinik Gigi untuk anak, jadi Tisya aku ajak kesana. Setelah proses pendaftaran selesai dan sempat nunggu sekitar 15 menit, akhirnya giliran Tisya untuk diperiksa.

Begitu masuk, Tisya disambut oleh bu dokter yang ramah. Aku biarkan Tisya yang menjawab sendiri pertanyaan dari Bu dokter, dari nama, alamat rumah sampai keluhan. Dan Tisya bisa jawab dengan tenang :)

Trus Tisya disuruh duduk diatas kursi periksa, dia agak kaget waktu kursi tiba2 bergerak naik, Tisya melirik aku. "Nggak apa2 Kak, biar bu dokter bisa lihat giginya kakak" kataku mencoba menenangkan. Waktu mulai dibersihkan, disemprot2, disuruh kumur2, Tisya masih tenang. Tapi saat mau di bur, Tisya agak panik karena mendengar suara burnya. Tangan Tisya melambai2 ke arahku minta dipegangin. Aku pegang tangan Tisya dan ditarik Tisya ke arah dadanya, ola...la... jantungnya berdegup kencang ! Aku tersenyum ke Tisya sambil bilang "nggak apa2 kakak". Tisya terus melirik ke arahku. Sampai akhirnya proses penambalan gigi selesai.

Bu dokter memuji Tisya sebagai anak pemberani dan pintar. Tisya kelihatan senang dengan pujian bu dokter.

Sesampainya di rumah, Tisya langsung menceritakan pengalamannya tadi ke Papanya, "Mbak Icha berani lho Pa diperiksa sendiri, duduknya nggak dipangku sama Mama". Papanya memuji, " Hebat Kakak......"

"Ma.... besok kalo giginya mbak Icha ada yang lubang lagi ditambal aja ke dokter, biar giginya mbak Icha lebih bagus....." katanya sok tua. "Iya sayang...." jawabku geli.

Selasa, 21 Oktober 2008

Getting older today

Hari ini ultahku ke-31, waduhhh udah lewat kepala 3 yak, hihihihihi..... bentar lagi, kerutan2 di sekitar mata bakalan kliatan nehhhh :(

Hari ini diawali dengan deringan telpon bertubi2 pada pukul 5 pagi dari beberapa nomer yang nggak kesimpen di memory, waktu di angkat, dihalo2-in ehhh.... nggak ada jawaban, sebel banget kan, mana masih pagi lagi, masih ngantuk. Karena takut ganggu anak2ku yang masih pada bobo' akhirnya aku matiin HP-ku. Maaf yaa.... buat yg nelpon aku.

Jam 6, aku bangunin Tisya untuk sekolah. "Kakak bangun dong, hari ini mama ulang tahun lhoooo" bisikku. Dengan mata masih merem, Tisya bertanya "kuenya mana ?". "Nggak ada kuenya Kak, adanya roti tawar aja, nggak pa2 ya" kataku. Tisya membuka matanya sambil tersenyum dan berkata "kasian deh Mama.....". Hahahahaha......... aku diejek sama Tisya. "Ya udah sini, mbak Icha peluk aja yaaaaa" kata Icha sambil memeluk aku.

Tahu nggak nak, pelukanmu ini sudah lebih dari cukup untuk mama :) Aku balas peluk Tisya erat2.

Kamis, 16 Oktober 2008

Tupo Ke-dua di dBC Network

Alhamdulillah...... dibulan ke-2 keikutsertaanku sebagai Consultant Oriflame di dBC network membuahkan hasil.

Bulan ini aku berhasil lulus WP-2 dan mendapatkan bonus produk Giordani Gold Parfume seharga 279 rb daannn.......... dapet performance discount bonus sebesar 56 rb yang langsung masuk ke rekening bank alias berhasil masuk ke level 3% (meskipun masih level awal, but it's a good started), hehehehe..............






Ini dia Giordani Gold Parfume-nya






Insyaallah bulan depan bisa tembus ke level 6% dan lulus WP-3 (udah bayangin dapet tas GG seharga 479 rb) amin....amin....amin....!!!

Buat DL-ku ayo semangaatttt, kita kejar2an ayuhhhhhhh !!!!

Rabu, 15 Oktober 2008

Operasi Arkaan

Seminggu setelah lebaran Arkaan malah harus opname. Dia punya hernia sejak masih bayi, cuma untuk tindakan operasi harus tunggu umurnya setahun dulu.

Akhirnya di hari Rabu 8 Oktober 2008 malam jam 20:00 WIB, Arkaan masuk rumah sakit. Setelah sehari sebelumnya booking kamar (kaya' hotel aja ya) akhirnya dapat juga kamar yang kelas I. Aku dan suamiku ikut nginap di RS. Pengen nangis rasanya waktu Arkaan mau diambil sample darahnya sama 3 orang suster junior, soalnya udah dicoba di tangan kanan-kiri tetep nggak nemu pembuluh darahnya, sampe Arkaan nangis teriak2. Setengah jam kemudian gantian 3 orang suster senior yang nyoba ambil sample darah, sama juga, gagal....... uukkhhhhhh !!!! pengen marahhhhhh !!!!! Akhirnya dipanggilkan orang lab, setelah coblos sana-sini akhirnya ketemu juga. Aduhhh naaakkkkk..... kasian kamuuuuu, hiks....hiks...hiks..... Aku peluk Arkaan yang nangis kesakitan sampai tertidur.

Besok paginya, Kamis 9 Oktober 2008 jam 06:15 WIB, disaat Arkaan masih tertidur masuk 3 orang suster (lagi !) untuk memasang infus. Begitu mata Arkaan terbuka dan ngeliat ada suster langsung nangis teriak2 (sampe parno tuh Arkaan lihat suster). Infus memang harus dipasang karena untuk persiapan operasi jam 8 nanti. Alhamdulillah kali ini pencarian pembuluh darah di kaki berjalan mulus. Setelah infus terpasang, untuk menghibur hati aku ajak Arkaan jalan2 sekitar rumah sakit dengan naik kursi roda yang didorong papanya. O,ya untuk persiapan operasi ini, Arkaan diharuskan untuk puasa selama 6 jam sebelum waktu operasi. Jadi betapa nggak teganya di pagi itu dia minta maem, karena memang biasanya begitu bangun tidur dia langsung minum susu dan makan.

Tepat jam 8, Arkaan dijemput suster tapi karena Arkaan nangis nggak mau digendong suster akhirnya aku ikut masuk sampe ruang tunggu pasien operasi. Begitu Arkaan disuntik bius dan udah 1/2 teler langsung Arkaan dibawa suster masuk ke ruang operasi.

Selama nunggu proses operasi, rasanya waktu tuh jalannya lamaaaaaa banget. 45 menit berlalu dan dokter bedah anakku keluar dari ruang operasi. Dia bilang kalo operasi berjalan lancar dan karena kondisi anakku sehat, sore nanti setelah infus habis Arkaan diperbolehkan pulang. Hah ?!!! Pulang ???? Yang bener aja !!! Tapi aku dan suamiku memutuskan untuk membawa pulang Arkaan besok pagi saja, karena takut kalo nanti malam (setelah efek biusnya hilang) Arkaan akan merasa kesakitan.

Beberapa menit kemudian Arkaan yang sedang teler karena obat bius keluar dengan bed yang didorong oleh suster. Ya Allah.... terima kasih Kau lancarkan proses operasi anakku

Ini foto2 Arkaan pasca operasi:

Arkaan masih belom sadar



Ditemenin kakak Tisya


Sempet sadar bentar, ganti posisi tidur terus bobo' lagi


Begitu sadar langsung minta maem, disuapin kakak dehhhh.....